Persiapan Anak Karawitan Angkara Gen 6 untuk Tampil di hari Pelepasan

Mar 26, 2022

Genderang persiapan mulai ditabuh oleh kelompok seni karawitan kebanggaan SMAN 2 Sumatera Barat, Anak Karawitan (Angkara) Generasi ke-6. Menjelang acara Pelepasan Siswa Kelas XII yang dijadwalkan pada akhir Maret ini, para anggota Angkara Gen 6 terus mengintensifkan latihan guna memberikan penampilan perpisahan yang tak terlupakan.

Sebagai bagian penting dari identitas sekolah yang kental dengan nilai budaya, Angkara Gen 6 memikul tanggung jawab besar untuk membawa suasana khidmat sekaligus meriah dalam seremoni pelepasan tahun ini.

Latihan Intensif dan Aransemen Baru

Latihan yang dipusatkan di ruang seni SMAN 2 Sumatera Barat terpantau semakin intensif sejak awal Maret. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Angkara Gen 6 dikabarkan akan membawakan aransemen musik tradisional Minangkabau yang dikolaborasikan dengan sentuhan kontemporer.

“Kami ingin memberikan kesan terakhir yang mendalam untuk kakak-kakak kelas XII. Latihan dilakukan hampir setiap hari sepulang sekolah demi menyamakan ritme dan rasa pada setiap dentuman talempong dan tiupan saluang,” ujar salah satu anggota Angkara.

Menjaga Estafet Budaya

Pembina seni SMAN 2 Sumatera Barat menyatakan rasa bangganya terhadap dedikasi Gen 6. Selain sebagai pengisi acara, penampilan ini juga merupakan bentuk ujian bagi mereka dalam menjaga estafet pelestarian budaya di lingkungan sekolah unggulan tersebut.

Acara pelepasan yang akan digelar pada 26 Maret 2022 mendatang diprediksi akan menjadi panggung emosional. Kehadiran musik karawitan diharapkan mampu memperkuat ikatan batin antara siswa yang akan lulus dengan almamater tercinta.

Harapan Besar

Kepala SMAN 2 Sumatera Barat berharap penampilan Angkara Gen 6 dapat menjadi daya tarik utama yang menunjukkan bahwa siswa SMAN 2 Sumbar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam mencintai budaya lokal.

“Mari kita nantikan kejutan dari Angkara Gen 6. Persiapan matang mereka adalah bukti nyata bahwa seni adalah jiwa dari sekolah ini,” tutup pihak sekolah.