Senin, 2 Februari 2026
Editor: Ry 123
Sman2sumbar.sch.id. Kab. Solok — Sebuah sejarah baru dalam dunia pendidikan Sumatera Barat tercipta. Setelah melalui perjalanan panjang yang penuh dedikasi sejak akhir 2024, SMA N 2 Sumatera Barat secara resmi dinyatakan lulus tahap interview dan menyandang status sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) pada Jumat (30/01/2026)
Pencapaian ini mengukuhkan SMA N 2 Sumatera Barat sebagai sekolah berasrama negeri pertama di Indonesia yang berhasil meraih predikat bergengsi tersebut, sekaligus menjadi pionir transformasi digital di ranah Minang.
Titik Nol: Visi Besar dari Kantor Google Jakarta
Langkah besar ini bermula pada 26 September 2024. Saat itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Bapak Barlius, S.Pd., bersama Kepala UPT Balai TIK, Ibu Nina Najmir, S.E., memboyong 29 Kepala SMA/SMK terpilih ke Kantor Google di Jakarta. Kunjungan strategis tersebut menjadi pemantik semangat bagi Kepala SMA N 2 Sumbar, Ratna Yulia, untuk membawa sekolahnya menuju ekosistem digital kelas dunia.
“Sepulang dari Jakarta, kami langsung bergerak cepat. Sosialisasi program dilakukan, tim dibentuk, dan kami menghadirkan Mbak Renti (Rosmalis), Google Education Specialist Area Manager wilayah Sumatera, untuk membakar motivasi seluruh guru dan tenaga kependidikan,” kenang Ratna Yulia.
Akselerasi Kompetensi: Melampaui Target Google
Di bawah bimbingan intensif UPT Balai TIK Dinas Pendidikan Prov. Sumbar, para guru SMAN 2 Sumbar melakukan “tancap gas” pada Desember 2024. Hasilnya luar biasa: 34 dari 36 guru mata pelajaran dinyatakan lulus sertifikasi Google Certified Educator (GCE) Level 1. Angka ini jauh melampaui target minimal yang disyaratkan oleh Google.
Tak hanya SDM, infrastruktur pun dibenahi secara radikal. Bekerja sama dengan Acelera (Mitra Resmi Google), sekolah berhasil menggalang dukungan orang tua murid untuk pengadaan perangkat Chromebook dan instalasi ChromeOS + CEU. Kini, SMAN 2 Sumbar telah memiliki 4 Kelas Digital Google yang representatif.
Ekosistem Digital: Hemat Anggaran, Lindungi Bumi
Dalam sesi interview penentu, tim inti yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kurikulum (Meldawati), Ketua Tim (Rahayu Mardasari, S.Pd., M.Si.), serta anggota tim (Nurhidayati, S.Pd., Emillia Shandia Dewi, S.Pd., M.Pd., Irfandi, S.Pd., dan Rizka Putri Alti, S.Pd.) berhasil memukau penguji.
Mereka memaparkan bagaimana ekosistem digital telah mengubah wajah sekolah:
- Pembelajaran Interaktif: Penggunaan Google Classroom yang membuat suasana kelas lebih hidup.
- Efisiensi Manajerial: Portofolio digital guru dan siswa melalui Google Sites serta jurnal membaca digital bagi siswa. Dan bisa melakukan Emonev terhadap kinerja guru
- Paperless Assessment: Asesmen semester 1 TA 2025/2026 sukses dilakukan 100% daring menggunakan ChromeOS + CEU.
“Dengan sistem ini, anggaran penggandaan soal yang biasanya besar dapat dipangkas dan dialihkan untuk peningkatan kompetensi siswa. Selain hemat biaya, kita juga berkontribusi menjaga bumi dengan mengurangi penggunaan kertas (paperless),” jelas Tim KSRG SMAN 2 Sumbar. Inovasi inilah yang juga menghantarkan sekolah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi.
Menjadi Inspirasi Nasional
Meski sempat terkendala teknis seperti pembenahan topologi jaringan Wi-Fi yang baru tuntas pada September lalu, semangat kolaborasi antara guru, siswa (terutama peran ketua dan sekretaris kelas sebagai tutor sebaya), dan orang tua terbukti menjadi kunci sukses.
Rasa lelah selama lebih dari satu tahun perjuangan terbayar tuntas saat tim penilai mengetuk palu kelulusan. SMAN 2 Sumatera Barat kini bukan sekadar sekolah berasrama, melainkan mercusuar pendidikan digital.
“Kami siap menjadi inspirasi dan berbagi praktik baik bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Predikat KSRG ini adalah awal dari komitmen kami untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik berbasis teknologi,” tutup Ratna Yulia dengan optimis.

