Rabu, 25 Februari 2026
Red : Ry123
sman2sumaterabarat.sch.id – Dalam upaya memperkuat pendampingan karakter dan akademik siswa, SMA N 2 Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Guru Wali pada Rabu (25/02). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menghadirkan Narasumber berkompeten, Ibu Yetti Maiharti, S.Kom, MT., selaku Pengawas SMK Cabdin Wilayah III.
Memahami Tugas dan Fungsi Strategis Guru Wali
Sesi pagi yang dimulai pukul 08.00 hingga 12.30 WIB difokuskan pada pemaparan materi mengenai beban kerja guru serta pendalaman tugas dan fungsi (Tupoksi) Guru Wali. Ibu Yetti menekankan bahwa Guru Wali merupakan ujung tombak sekolah dalam memantau perkembangan murid secara personal.
“Guru wali merupakan tugas pokok seorang guru, berupa pengabdian yang tidak boleh dibayarkan uang lelahnya dlam melakukan kegiatan. Supaya hasilnya maksimal maka jumlah murid asuh paling banyak adalah 15 orang” kata bu Yetti menegaskan.
Inovasi Pembinaan: Pertemuan Rutin dan Digitalisasi Laporan
Usai jeda siang (13.30–15.00 WIB), kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan program kerja nyata. Beberapa kebijakan strategis yang diambil meliputi:
- Restrukturisasi Siswa Binaan: Menyusun kembali daftar murid binaan agar lebih proporsional, dibantu oleh Ibu Nurul Atikah, S.Pd. (Guru BK) sebagai penanggung jawab penyusunan.
- Optimalisasi SDM: Melibatkan 8 guru (non-Dapodik) untuk bertugas sebagai Guru Wali guna pemerataan perhatian kepada siswa.
- Pertemuan Rutin Bulanan: Dilaksanakan setiap Jumat sore (16.00–17.30 WIB) untuk pemantauan karakter dan akademik.
Digitalisasi Laporan: Setiap Guru Wali wajib mendokumentasikan kegiatan dan mengunggahnya ke portal GSite agar progres siswa terpantau secara transparan.
Sinergi dengan Orang Tua
Salah satu poin krusial adalah pembentukan grup WhatsApp khusus orang tua setelah daftar murid asuh rampung. Melalui grup ini, Guru Wali akan menyampaikan progres perkembangan siswa secara berkala. Selain itu, Guru Wali akan dipanggil oleh Wali Kelas jika ada murid asuh yang memerlukan pembinaan terkait pelanggaran tata tertib sekolah.
Kepala SMA N 2 Sumatera Barat Ratna Yulia, memberikan apresiasi atas antusiasme para guru. Beliau menyatakan:
“Guru Wali adalah ‘orang tua kedua’ bagi siswa di sekolah. Apa yang telah kita sepakati diharapkan dilaksanakan dengan sebaiknya. Monev akan dilakukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendampingan yang tepat, bukan hanya secara nilai rapor, tapi juga penguatan karakter dan akhlaknya,” ujar beliau disaat penutupan kegiatan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan sinergi antara guru, siswa, dan orang tua semakin kuat, sehingga SMA N 2 Sumatera Barat tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menjadi tempat pertumbuhan karakter murid yang luar biasa.

